3 Legenda Hantu Jepang yang Jadi Inspirasi Film Horor Populer

Siapa yang tak merinding atau bahkan menjerit saat sosok Sadako merangkak keluar dari televisi? Atau saat hantu Kayako merangkak dari tangga. Hantu-hantu dalam film horor Jepang memang selalu sukses bikin para penonton ketakutan.

Tak hanya Sadako dan Kayako, masih banyak karakter hantu dalam film horor Jepang yang tak kalah menakutkan. Misalnya saja Teke-Teke, Hikiko, dan Kuchisake-onna. Dan ternyata semua hantu ini bukan rekaan semata. Meskipun kisah mereka di dalam film sudah dimodifikasi demi kepentingan hiburan, namun legenda tentang mereka benar-benar ada dan tak kalah menyeramkan.

Hikiko-san

Kisah Hikiko memang tidak seterkenal Sadako, Hanako, atau Kayaku dari franchise Ju-On. Namun di Jepang sendiri kisah hantu anak-anak ini cukup terkenal dan sudah dibuatkan beberapa film, antara lain Shin Hikiko-san, Hikiko-san vs Sadako, Hikiko-san vs Kokkuri-san, dan Hikiko-san vs Kuchisake Onna.

Baca juga: 3 Kisah Hantu Cantik di Dunia yang Bikin Merinding

Hikiko bercerita tentang hantu gadis cilik yang semasa hidupnya kerap di-bully. Setelah meninggal dia kembali sebagai sosok hantu yang kerap memburu murid-murid sekolah. Jika dilihat dari kejauhan Hikiko tampak sedang menyeret boneka. Tetapi bila didekati ternyata mayat manusia yang diseretnya.

Menurut legenda, Hikiko selalu menjadi korban penindasan baik oleh orangtua maupun teman-teman di sekolahnya. Karena penyiksaan yang sering dialaminya tubuh Hikiko memiliki banyak cacat. Pada satu versi cerita, Hikiko tewas terseret mobil karena keisengan teman-teman sekolahnya. Setelah meninggal dunia, hantunya kerap mencari korban, menyeret tubuh mereka sepanjang jalan hingga tercerai-berai.

Teke-Teke

Teketeke merupakan film horor besutan sutradara Koji Shiraishi pada tahun 2009. Menceritakan tentang sekelompok murid SMA yang mencoba memecahkan misteri hantu teke-teke.

Teke-teke juga termasuk cerita hantu yang paling sering diperbincangkan di Jepang. Konon dia adalah hantu seorang wanita yang mati mengenaskan di sebuah stasiun kereta di Hokkaido. Si wanita terjatuh di atas rel kereta dan tubuh bagian bawahnya terlindas kereta. Arwahnya yang penasaran lantas menghantui seluruh kota untuk mencari bagian tubuhnya yang hilang.

Hantu ini digambarkan merangkak dengan kedua tangannya yang seperti cakar. Suara kertakan yang muncul dari rangkakannya terdengar seperti kata ‘teke, teke’. Sementara bagian pinggang hingga kakinya lenyap, membuat siapa saja yang melihatnya ketakutan setengah mati.

Bancho Sarayashiki (Okiku)

Sebenarnya Sadako memang hanya karakter rekaan novelis Koji Suzuki. Namun karakter ini memang diadaptasi dari berbagai karakter onryo, hantu pembalas dendam yang dikenal di legenda-legenda. Salah satu inspirasinya adalah Bancho Sarayashiki yang menceritakan tentang riwayat mengenaskan Okiku.

Sama seperti Sadako, Okiku juga dibunuh dan dilemparkan ke dalam sumur. Sampai saat ini sumur tempat jenazahnya dibuang di Puri Himeji masih ada. Menurut salah satu versi cerita, Okiku adalah pelayan yang merusak/menghilangkan satu dari sepuluh pusaka milik tuannya. Sejak kematiannya, setiap malam terdengar suara Okiku yang meratap sambil menghitung pusaka dari dalam sumur.

Begitu sampai ke angka sembilan, suaranya berubah menjadi tangisan memilukan. Kabarnya arwah Okiku baru bisa ditenangkan jika dari atas ada orang yang berteriak ‘sepuluh’ untuk melengkapi hitungannya.